Selasa, 07 Februari 2017

dengan dasar apa anda membela?

Sipapun yang engkau bela adala gambaran siapa diri anda, karena kebaikan akan mendukung kebaikan pula, begitupun sebaliknya
Setiap pilihan ditentukan oleh pengetahuan anda terhadap pilihan itu, itulah objectivitas karena pilhan yang didasari oleh rasa sebenarnya tidak objectif, karena itu anda menjadi buta akan hakikat kebenaran.
manusia itu membawa rasa dari lahir, dia membawa cinta, kasih sayang dan kebencian. semua menjadi membesar tergantung dimana anda dibesarkan dengan dasar didikan apa anda dilatih setelah dewasa anda bisa menentukan pilihan apa yang baik buat diri anda, tetapi tetap saja ditentukan oleh rasa dan ilmu pengetahuan anda.
yang berbahaya dari semua itu adalah ketika kita merasa pintar padahal sebenarnya bodoh, kita merasa benar padahal sebenarnya salah.
untuk mengetahui apakah kita benar atau salah, maka kita membutuhkan standar benar dan salah.
standar benar dan salah ada pada "kemanusiaan", kebenearan umum, dan kebenaran keyakinan (Agama). dari tiga dasar tadi dengan dasar mana anda membela? dengan dasar mana anda memilih? karena semua pasti ada tanggung jawabnya. dan ingat! andalah yang akan mempertanggung jawabkannya.

Jumat, 16 September 2016

akhir dari ceritamu

setiap orang punya cerita hidup masing-masing, cerita hidupku berbeda dengan cerita hidupmu...ketika kita mengawalinya dimasa kecil dengan segala bentuk kebahagiaan yang disertai tangisan-tangisan kemudian berlanjut dengan sedikit tanggung jawab dan beban..kita terus menjalani cerita itu banyak hal yang kita lalui mau atau tidak mau, suka atau tidak suka karena kita telah berperan, mempengaruhi atau dipengaruhi cerita itu tetap adalah  cerita kita mungkin penuh duka atau bahagia..ketika diceritakan pun tidak perlu untuk orang lain karena merekapun punya cerita sendiri dalam hidupnya..dan kalaulah kita mau sadari bahwa cerita siapapun didunia ini tidak ada yang berakhir bahagia..tidak ada cerita hidup didunia ini yang HAPPY ENDING.......semua cerita hidup diakhiri dengan kesedihan..semua mengakhirinya dengan KEMATIAN!..terus apalah arti kehidupan ini? apa arti kerja keras dan pengorbanan? toh pada akhirnya semua tau akan seperti apa akhir dari cerita hidupnya..
Itulah kehidupan didunia, orang-orang banting tulang bekerja keras, mengorbankan apapun demi apa yang mereka ambisikan dalam hidup, hampir tidak sempat berpikir akan kehidupan yang tidak ada akhirnya yaitu di akhirat, mereka meninggalkan kewajiban ibadahnya, bahkan ada yang sampai menjual dan mengorbankan agamanya demi dunia yang mereka inginkan..perlombaan kesenangan yang terus saja berlanjut hawa nafsu berebutan saling injak, sikut dan caci maki...tetapi walaupun semua kesenagan dunia mereka dapatkan ternyata tidak ada kepuasan yang mereka temukan..sayangnya semua terus dilakukan sampai akhir cerita hidupnya...ada juga yang mengisi cerita hidupnya dengan segala bentuk penderitaan, setiap hari bertarung dengan ketidak pastian setiap keringat yang dikucurkan tidak tergantikan walau dengan seteguk kebahagiaan, mereka merasa berjuang tapi tidak pernah mendapatkan kemerdekaannya, mereka merasa menjadi pahlawan tapi tidak pernah mendapatkan bintangnya, sayangnya mereka tenggelam didalam penderitaan tanpa perjuanagan untuk meraih kehidupannya diakhirat mereka bersusah-susah untuk hidup diduinia dengan meninggalkan agamanya naudzubillahimin dzalik..dan akhirnya mereka tidak mendapatkan apapun baik di dunia apalagi diakhirat.
Kehidupan sejati itu adalah kehidupan setela kematian. kehidupan yang tiada akhir...dan untuk itu apa yang telah kita siapkan? karena mungkin saja cerita hidup kita sudah ada di episode terakhir, sementara kita belum melakukan apapu untuk bekal hidup diakhirat...segeralah berubah segeralah beribadah,.semoga kita selamat di dunia ini dan selamat diakhirat. amiin

Jumat, 26 Agustus 2016

syair minta makan

datanglah seorang budayawan dengan syair-syairnya yang indah dan menyentuh hati, dibacanya syair itu dengan keras-keras, indah.....tapi lama kelamaan syair itu terdengar "berilah aku makan"
sang orator pun dengan keras dan berwibawa di podium demontrasi dengan disaksikan banyak masa berteriak-teriak memaki, mencaci dan mengkritik...tapi ternyata isi orasinya "berilah aku makan"
sekarang seorang penyanyi yang mengganti seorang pioneer dan sangat terkenal bernyanyi dengan lagu-lagu yang membangkitkan jiwa dan menyentuh rasa...pada awalnya... tapi pada akhir baitnya ternyata isinya "berilah aku makan" politikus-poitikus dengan ideologi dan idealismenya mereka berkumpul bersinergi untuk menyatakan satu pendapat...anda tau apa yang mereka suarakan?....kami minta makan..maka siapapun yang memberi mereka makan, maka akan menjadi majikannya yang akan selalu dituruti dan diataati tanpa peruli majiknnya itu benar atau salah..

Jumat, 20 Mei 2016

amalan yang mengalir ke alam kubur

Imam Abu Hamid Al-Ghazali Rahimahullah berkata,
طوبى لمن إذا مات ماتت معه ذنوبه، والويل الطويل لمن يموت وتبقى ذنوبه مائة سنة ومائتي سنة أو أكثر يعذب بها في قبره ويسئل عنها إلى آخر انقراضها
“Keberuntungan bagi siapa yang saat mati maka mati pula dosa-dosanya. Kecelakaan panjang bagi siapa yang mati sementara dosa-dosanya masih bercokol selama 100 tahun, 200 tahun, atau lebih. Ia disiksa dikuburnya karena sebab dosa-dosanya itu dan ditanya tentangnya sampai akhir masanya.” (Ihya’ Ulumid Dien: 2/74)

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى، كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ، لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا، وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ، كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ، لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا
“Siapa yang menyeru kepada petunjuk, ia mendapatkan pahala sebagaimana pahala orang-orang yang mengikutinya tanpa dikurangi sedikitpun dari pahala mereka. siapa yang mengajak kepada kesesatan, ia mendapatkan dosa sebagaimana dosa orang-orang yang mengikutinya tanpa dikurangi sedikitpun dari dosa-dosa mereka.” (HR. Muslim)

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
سَبعٌ يَجرِي لِلعَبدِ أَجرُهُنَّ وَهُوَ فِي قَبرِهِ بَعدَ مَوتِهِ مَن عَلَّمَ عِلْماً أَو أَجرَى نَهراً أو حَفَرَ بِئراً أَو غَرَسَ نَخلاً أَو بَنَى مَسجِداً أَو وَرَّثَ مُصحَفاً أَو تَرَكَ وَلَداً يَستَغفِرُ لَهُ بَعدَ مَوتِهِ
“Ada tujuh hal yang pahalanya akan tetap mengalir bagi seorang hamba padahal dia sudah terbaring dalam kuburnya setelah wafatnya (yaitu): Orang yang mengajarkan ilmu, mengalirkan sungai, menggali sumur, menanamkan kurma, membangun masjid, mewariskan mushaf atau meninggalkan anak yang memohonkan ampun buatnya setelah dia meninggal.” (HR. Al-Bazzar, dinilai hasan oleh syaikh al-Albani dalam Shahih al-Jami’)


عَنْ سَعْدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعُودُنِي وَأَنَا مَرِيضٌ بِمَكَّةَ فَقُلْتُ لِي مَالٌ أُوصِي بِمَالِي كُلِّهِ قَالَ لَا قُلْتُ فَالشَّطْرِ قَالَ لَا قُلْتُ فَالثُّلُثِ قَالَ الثُّلُثُ وَالثُّلُثُ كَثِيرٌ أَنْ تَدَعَ وَرَثَتَكَ أَغْنِيَاءَ خَيْرٌ مِنْ أَنْ تَدَعَهُمْ عَالَةً يَتَكَفَّفُونَ النَّاسَ فِي أَيْدِيهِمْ وَمَهْمَا أَنْفَقْتَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ حَتَّى اللُّقْمَةَ تَرْفَعُهَا فِي فِي امْرَأَتِكَ وَلَعَلَّ اللَّهَ يَرْفَعُكَ يَنْتَفِعُ بِكَ نَاسٌ وَيُضَرُّ بِكَ آخَرُونَ

dari Sa'd radliallahu 'anhu ia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah mengunjungiku ketika aku jatuh sakit di Makkah. Kukatakan pada beliau, Sesungguhnya aku memiliki harta. Haruskah aku mewasiatkan seluruhnya? beliau menjawab: Tidak. Aku bertanya lagi, Ataukah setengah darinya? beliau menjawab: Tidak. Aku bertanya lagi, Ataukah sepertiga darinya? beliau menjawab: Ya, sepertiga. Namun sepertiga adalah sesuatu yang banyak. Lebih baik bila kamu meninggalkan ahli warismu dalam keadaan berkecukupan daripada kamu meninggalkan mereka dalam keadaan miskin dan mengharap-harap apa yang ada di tangan manusia. Dan seagala yang kamu infakkan, maka hal itu adalah sedekah bagimu, bahkan termasuk sesuap makanan yang kamu suapkan pada bibir isterimu. Dan semoga Allah mengangkat derajatmu sehingga banyak orang mengambil manfaat darimu dan yang lain (HR Bukhary)

Selasa, 09 Februari 2016

seberapa pentingkah kita dihadapan Alloh SWT, sehingga Alloh mendahulukan kita?

يَسْأَلُهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِي شَأْنٍ
“Semua yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepadaNya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan” (QS. Ar Rahman: 29).
Ayat di atas menunjukkan bagaimana kemaha sempurnaan Allah, di mana ia tidak butuh pada makhluk-Nya, malah setiap makhluk yang butuh pada-Nya. Mereka mengeluhkan setiap hajat mereka pada Allah. Mereka menyampaikan urusan mereka dengan lisan dan menunjukkan dengan mereka yang lemah. Sungguh, Allah setiap waktu itu sangat sibuk, yaitu dalam hal mengabulkan do’a hamba-Nya.
Al A’masy, dari Mujahid, dari ‘Ubaid bin ‘Umair berkata, “Setiap harinya Allah benar-benar sibuk, maksudnya adalah sibuk dalam mengabulkan do’a, Dia memberi siapa yang meminta, Dia menolong siapa yang sedang mengalami kesulitan, Dia pun menyembuhkan yang sedang mengalami derita sakit.”
Ibnu Abi Najih berkata, dari Mujahid, ia berkata, “Setiap hari Allah benar-benar sibuk dalam mengabulkan do’a hamba-Nya, Dia melepaskan kesulitan, mengabulkan hajatan orang yang sedang terhimpit (mudhtorr), dan Dia-pun mengampuni dosa.”

Qotadah mengatakan, “Allah sungguh tidak butuh pada penduduk langit dan bumi. Allah menghidupkan dan mematikan, Dia pun dapat mengembangkan suatu yang kecil dan membuat segalanya mudah. Di sisi-Nya hajatan orang sholih dikeluhkan dan aduan mereka ditujukan.”
seberapa pentingkah kita dihadapan Alloh SWT, sehingga Alloh mendahulukan kita?

Kaitan antara shalat dan qurban

  قُلْ إِنَّ صَلاَتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى للَّهِ رَبّ ٱلْعَـٰلَمِينَ " Katakanlah: "Sesungguhnya salat, ibadah, hi...