Senin, 22 Juni 2015

aku menjalani masaku

aku menjalani masaku
kadang aku berlari, berjalan, kadang akupun merangkak terjatuh berualangkali dan bangkit untuk merangkak kembali
aku menjalani suka ku, duka ku aku menikmati dan menangisi masa ku
aku pelajari cinta, tapi aku hanya mendapatkan ketakutan, kekhawatiran dan kesedihan, takut kehilangan khawatir tidak bisa memberi yang terbaik dan sedih saat melihat penderitaan orang yang dicintai, aku coba menarik diri dari cinta, tapi ternyata aku makin terperosok kedalamnya.
aku menjalani masaku..seperti orang lain kadang aku bergelimang kebahagiaan kadang pula berbalut kesengsaraan, aku mengira hidup adalah sebuah jalan, kadang lurus, berbelok, menurun menanjak kadang pula berlubang.
aku menjalani masaku...banyak yang telah datang dan tidak sedikit pula yang pergi. semua berubah begitupun aku. dan aku tidak berdaya menhentikan atau mempercepat perubahan itu.
aku menjalani masaku.. kadang ada keinginan untuk kembali ke masa kecil, walaupun itu tidak mungkin, tapi toh kadang terpikirkan juga, ingin kembali berlari-lari tanpa beban, tanpa tanggung jawab, tanpa berpikir berat.
aku menjalani masaku..kesibukan keseharianku atau kebekuan kadang datang tidak diharapkan, tumpukan pekerjaan yang harus diselesaikan memaksaku berpikir dan berbuat lebih, kadang apa yang didapat tidak sesuai dengan apa yang diharap..tapi tetap saja aku menjalaninya..
aku menjalani masaku..ada niat jahat dalam otaku, ada juga niat mulia dalam hatiku..pergolakan hebat kadang terjadi dalam diriku, kdang kejahatan itu menang dan aku salah, kadang pula kemuliaan itu juara dan akupun benar, aku menilai dan dinilai dari apa yang telah aku lakukan, aku mendapat reward dan kadang harus menerima sanksi..
aku menjalani masaku, dimana ada masa untuk istriku, masa untuk anakku, dan masa untuk dunia ini.
aku menjalani masaku, sampai Alloh menghentikan masa buatku, ketika aku bisa melakukan apapun, tapi aku tidak bisa menambah atau mengurangi masa untuk ku.
harga dari masa itu adalah selama masa itu diisi dengan ketaatan dan kepatuhan kepada Alloh SWT, bagai mana masa anda? seberapa panjang lagi? apa yamg anda isi dimasa anda?











Jumat, 12 Desember 2014

setiap kebahagiaan yang kita rasakan di dunia ini hanyalah pelengkap dari kehidupan, memberi warna putih dari kehitaman dan kadang menjadi warna hitam dari lembaran putih kehidupan
setiap orang menginginkan kebahagiaan dalam hidupnya, tapi terkadang lupa bahwa kebahagiaan itu ada disetiap akhir dari penderitaan, ya..itulah kenyataannya.
penderitaan itu bisa hanya bentuk ujian, peringatan atau bahkan siksaan tergantung kebahagiaan yang diinginkan, dan ternyata setiap sisi dalam kehidupan itu ada konsekwensinya, kita hanya berusaha mencari resiko yang termudah dari setiap resiko itu.
kebahagaiaan di dunia

Kamis, 30 Oktober 2014

layak dimanakah kita

Kehidupan ini adalah anugrah, karena kita adalah salah satu yang dipilih Alloh SWT untuk mendapatkan kesempatan untuk bisa memasuki surganya, tapi sayang banyak diantara kita yang menjadikan hidupnya menjadi bencana, karena dengan hidupnya itu dia menjadi arang untuk mengisi neraka Alloh SWT. sungguh sesuatu yang besar (surga dan neraka) itu masih saja ada yang menganggap hal spele, bahakan masih banyak yang mengaku muslim yang masih meragukan keduanya.
Sebenarnya hidup ini hanya alasan untuk kelayakan. layak dimanakah kita? surga atau neraka? maka alasannya adalah hidup kita ini, dari semenjak bangun sampai tidur lagi, apa yang kita lakukan? apakah kita melayakkan diri dimana?
Benar sekali banyak ujian yang kita hadapi didunia ini, ya!... hidup ini tidak semudah yang dibayangkan kita menghadapi hal-hal yang mengecewakan yang membutuhkan banyak tenaga dan menguras pikiran kita, tapi banyak pula kebahagiaan yang kita dapatkan kan? kita hanya sering mengingkari kenikmatan itu dan terlalu banyak tenggelam dalam kesulitan dan penderitaan.
Tapi semua itu bukanlah alasan yang tepat untuk kemudian kita melupakan tugas dan kewajiban kita sebagai makhluk terhadap khaliknya. dan itupun untuk keuntungan kita sendiri..maka buatlah alasan untuk sebuah kelayakkan. layak dimanakah kita? di surga atau dineraka?

Jumat, 27 Juni 2014

apakah kita bahagia menghadapi ramadhan?

setiap datang bulan suci ramadhan, maka setiap umat islam akan menyambutnya dengan berbagai macam cara, ada yang pengajian, ada yang bermaaf-maafan dll. setiap orang seakan senang dengan kedatangan bulan suci ini, apakah benar mereka bahagia menyambut kedatangannya? wallohu'alam
kalau melihat pasar, ramai sekali ibu-ibu memadati pasar mereka berebut membeli kebutuhan yang katanya untuk "munggahan" pada bulan ramadhan, segala macam makanan dihidangkan untuk itu, tapi saya kira itu tidak menunjukan kebahagian,
ramadahan ini adalah bulan dimana sehari semalam diisi sepenuhnya dengan ibadah dan Alloh menjanjikan pahala yang luar biasa, tapi sayang semangat "kita" selaku muslim sudah kurang terhadap pahala, kita lebih bersemangat dengan urusan dunia, sehingga banyak orang yang menggunakan tolok ukur kebahagiaan itu adalah dunia.
semangat pahala, ridho Alloh dan syurga itu semakin menipis dikalangan umat islam, kita terlalu larut dalam materaialistis. padahal itu sementara saja tidak bisa dibawa ketika kita meninggalkan dunia ini.
sahabat, mungkin ramadhan ini adalah ramadhan terakhir kita, ramadhan terakhir bagi saya atau anda, dan jika itu benar, maka kita mempunyai kesempatan besar untuk memperbaiki diri dan mendapat ampunan dari segala dosa dan kesalahan kita yang sudah terlalu banyak.
selamat menjalalankan ibadah shaum ramadhan 1435H

Sabtu, 26 Oktober 2013

untuk sebuah keutuhan

aku tuliskan sesuatu diatas sebuah batu, susah memang goresan-goresannya membutuhkan ketajaman alat dan sedikit tenaga, tapi aku yakin tulisan itu akan bertahan untuk waktu yang relatif lama, berbeda ketika aku menuliskan sesuatu diatas air, mudah memang, tapi mudah pula menghilang.
kebaikan seseorang kadang mudah menghilang dihati kita dari pada perbuatan buruknya kepada kita, kebaikan suami/istri kita tentulah lebih banyak daripada kesalahannya, tapi kadang ketika ada masalah, maka seolah-olah tidak ada kebaikannya sama sekali. kita menutupinya walaupun tidak bisa membohonginya.
Keutuhan sebuah rumah tangga membutuhkan perjuangan  lahir dan batin, membutuhkan pengorbanan keras dari kedua belah pihak, karena godaan itu datang silih berganti dari berbagai sisi dengan  berbagai bentuk,dan itu tidak bisa dihindari tapi harus dihadapi tentu dengan kerjasama antara suami dan istri.
Ya memang kehidupan ini keras, tapi bukan alasan untuk menjadikan semua menjadi keras pula, susah memang memposisikan diri menjadi baik, karena kita selalu menuntut dia yang harus baik, kita selalu merasa benar dan dia selalu salah..ingatlah yang harus baik, empati, tidak egois itu kita bukan dia atau mereka.
ingat pula kalau kita keras dan menghancurkannya, maka yang hancur itu keluarga kita, yang hancur itu diri ita, istri dan anak kita buka orang lain..ingatlah setiap masalah pasti ada penyelesaiannya, buka hati dengarkanlah keluhannya, bersikap bijaksana dan berpikir lebih positif, karena tidak ada manusia yang lepas dari kesalahan. peluk keluarga anda ucapkanlah maaf   kepada mereka.

Kaitan antara shalat dan qurban

  قُلْ إِنَّ صَلاَتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى للَّهِ رَبّ ٱلْعَـٰلَمِينَ " Katakanlah: "Sesungguhnya salat, ibadah, hi...