Jumat, 05 Februari 2016

masuk surga tanpa hisab


Hushain bin ‘Abdurrahman –rahimahullah– berkata,
كُنْتُ عِنْدَ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ فَقَالَ أَيُّكُمْ رَأَى الْكَوْكَبَ الَّذِي انْقَضَّ الْبَارِحَةَ قُلْتُ أَنَا ثُمَّ
قُلْتُ أَمَا إِنِّي لَمْ أَكُنْ فِي صَلَاةٍ وَلَكِنِّي لُدِغْتُ قَالَ فَمَاذَا صَنَعْتَ قُلْتُ اسْتَرْقَيْتُ قَالَ فَمَا حَمَلَكَ عَلَى ذَلِكَ قُلْتُ حَدِيثٌ حَدَّثَنَاهُ الشَّعْبِيُّ فَقَالَ وَمَا حَدَّثَكُمْ الشَّعْبِيُّ قُلْتُ حَدَّثَنَا عَنْ بُرَيْدَةَ بْنِ حُصَيْبٍ الْأَسْلَمِيِّ أَنَّهُ قَالَ لَا رُقْيَةَ إِلَّا مِنْ عَيْنٍ أَوْ حُمَةٍ فَقَالَ قَدْ أَحْسَنَ مَنْ انْتَهَى إِلَى مَا سَمِعَ وَلَكِنْ حَدَّثَنَا ابْنُ عَبَّاسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ عُرِضَتْ عَلَيَّ الْأُمَمُ فَرَأَيْتُ النَّبِيَّ وَمَعَهُ الرُّهَيْطُ وَالنَّبِيَّ وَمَعَهُ الرَّجُلُ وَالرَّجُلَانِ وَالنَّبِيَّ لَيْسَ مَعَهُ أَحَدٌ إِذْ رُفِعَ لِي سَوَادٌ عَظِيمٌ فَظَنَنْتُ أَنَّهُمْ أُمَّتِي فَقِيلَ لِي هَذَا مُوسَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَوْمُهُ وَلَكِنْ انْظُرْ إِلَى الْأُفُقِ فَنَظَرْتُ فَإِذَا سَوَادٌ عَظِيمٌ فَقِيلَ لِي انْظُرْ إِلَى الْأُفُقِ الْآخَرِ فَإِذَا سَوَادٌ عَظِيمٌ فَقِيلَ لِي هَذِهِ أُمَّتُكَ وَمَعَهُمْ سَبْعُونَ أَلْفًا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ وَلَا عَذَابٍ ثُمَّ نَهَضَ فَدَخَلَ مَنْزِلَهُ فَخَاضَ النَّاسُ فِي أُولَئِكَ الَّذِينَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ وَلَا عَذَابٍ فَقَالَ بَعْضُهُمْ فَلَعَلَّهُمْ الَّذِينَ صَحِبُوا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ بَعْضُهُمْ فَلَعَلَّهُمْ الَّذِينَ وُلِدُوا فِي الْإِسْلَامِ وَلَمْ يُشْرِكُوا بِاللَّهِ وَذَكَرُوا أَشْيَاءَ فَخَرَجَ عَلَيْهِمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مَا الَّذِي تَخُوضُونَ فِيهِ فَأَخْبَرُوهُ فَقَالَ هُمْ الَّذِينَ لَا يَرْقُونَ وَلَا يَسْتَرْقُونَ وَلَا يَتَطَيَّرُونَ وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ فَقَامَ عُكَّاشَةُ بْنُ مِحْصَنٍ فَقَالَ ادْعُ اللَّهَ أَنْ يَجْعَلَنِي مِنْهُمْ فَقَالَ أَنْتَ مِنْهُمْ ثُمَّ قَامَ رَجُلٌ آخَرُ فَقَالَ ادْعُ اللَّهَ أَنْ يَجْعَلَنِي مِنْهُمْ فَقَالَ سَبَقَكَ بِهَا عُكَّاشَةُ
“Saya pernah bersama Sa’id bin Jubair lalu dia berkata, ‘Siapa di antara kalian yang melihat bintang jatuh semalam?‘ Aku menjawab, ‘Aku’. Kemudian aku berkata, ‘Tapi aku tidak sedang mengerjakan shalat. Aku terbangun karena aku disengat (binatang).’ Sa’id lalu berkata, “Lantas apa yang kamu perbuat?‘ Aku menjawab, ‘Aku meminta untuk diruqyah.’ Sa’id bertanya, ‘Apa yang alasanmu sampai meminta diruqyah? ‘ Aku menjawab, ‘Sebuah hadits yang Asy Sya’bi ceritakan kepadaku.’ Sa’id bertanya lagi, ‘Apa yang diceritakan Asy Sya’bi kepada kalian.’ Aku menjawab, ‘Dia telah menceritakan kepada kami dari Buraidah bin Hushaib Al Aslami, bahwa dia berkata, “Tidak ada ruqyah kecuali disebabkan oleh penyakit ‘ain dan racun (sengatan binatang berbisa).” Maka Sa’id pun menjawab, “Sungguh sangat baik orang melaksanakan dalil yang telah ia dengar.” Hanya saja Ibnu Abbas telah menceritakan kepada kami dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,“Telah ditampakkan padaku semua umat. Aku melihat seorang nabi yang hanya memiliki beberapa pengikut (3 sampai 9 orang). Ada juga nabi hanya memiliki satu atau dua orang pengikut saja. Bahkan ada nabi yang tidak memiliki pengikut sama sekali. Tiba-tiba diperlihatkan kepadaku sekumpulan orang, maka aku menyangka bahwa mereka adalah umatku. Ada yang berkata padaku, ‘Mereka adalah Nabi Musa‘alaihis salam dan pengikutnya. Tetapi lihatlah ke ufuk.’ Lalu aku pun memandang, ternyata ada kumpulan kaum yang besar yang berwarna hitam (yakni saking banyaknya orang kelihatan dari jauh). Lalu dikatakan lagi kepadaku, ‘Lihatlah ke ufuk yang lain.’ Ternyata di sana juga terdapat kumpulan kaum yang besar yang berwarna hitam. Dikatakan kepadaku, ‘Ini adalah umatmu dan bersama mereka ada tujuh puluh ribu orang yang akan memasuki surga tanpa dihisab dan disiksa‘.”
Setelah menceritakan itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian bangkit lalu masuk ke dalam rumahnya. Orang-orang lalu memperbincangkan mengenai mereka yang akan dimasukkan ke dalam surga tanpa dihisab dan tanpa disiksa. Sebagian dari mereka berkata, “Mungkin mereka adalah orang-orang yang selalu bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Ada pula yang mengatakan, “Mungkin mereka adalah orang-orang yang dilahirkan dalam Islam dan tidak pernah melakukan perbuatan syirik terhadap Allah.” Mereka mengemukakan pendapat masing-masing. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar menemui mereka, lalu beliau bertanya, “Apa yang telah kalian perbincangkan?” Mereka pun menerangkannya kepada beliau. Lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Mereka adalah orang-orang yang tidak meruqyah, tidak meminta untuk diruqyah, tidak melakukan thiyaroh (beranggapan sial) dan hanya kepada Allah mereka bertawakal.”
‘Ukkasyah bin Mihshan berdiri lalu berkata, “Berdoalah kepada Allah agar aku termasuk bagian dari mereka.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Engkau termasuk bagian dari mereka.” Kemudian ada lagi yang berdiri dan berkata, “Berdoalah kepada Allah agar aku termasuk bagian dari mereka.” Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ukkasyah telah mendahuluimu.” (HR. Bukhari no. 5752 dan Muslim no. 220)


Rabu, 16 Desember 2015

andai hidup ini adalah pilihan

Andai hidup adalah pilihan, maka Adam AS, tentu akan memilih tinggal di surga dan tidak akan turun kedunia ini.
Andai hidup ini pilihan, maka kita akan selalu memilih bahagia dan menghindari kesulitan dan kesusahan.
Andai hidup ini pilihan, maka kita akan memilih kaya sekaya-kaya nya dan menghindrkan diri dari kemiskinan.
Andai hidup ini pilihan, tentu kita akan memilih sehat selalu dan tak pernah mengalami sakit.
Andaikan hidup ini pilihan, maka kita akan memilih suami/istri yang ideal.
andai hidup ini pilihan, maka kita akan memiliki anak-anak shalih dan shalihah, pintar dan penurut.
andai hidup ini pilihan, tentulah kita memilih yang terbaik dari segala yang baik yang ada di dunia ini.
tapi.....Nabi Adam AS turun kedunia, kadang-kdang kita mendapatkan begitu banyak kesulitan walaupun kita berusaha menghindarinya, apa yang kita usahakan didunia kadang menghasilkan sesuatu yang tidak sesuai, berapa banyak orang bekerja siang malam banting tulang peras keringat, tapi apa yang mereka dapatkan, hanya cukup buat memenuhi kebutuhan sehari-hari saja sering kali mereka kesulitan mendapatkan pelayanan untuk sekedar berobat karena sakit. kita mempunyai suami/istri yang tidak sempurna, mereka kadang begitu merepotkan, memreka tidak bisa membuat pasangannya mendapatkan kepuasan baik jasmani atau rohani, suami/istri kita tidak ideal begitupun kita. kita memiliki anak-anak yang kadang-kadang membuat kita pusing anak-anak yang sulit walaupun hanya sekedar disuruh makan, mandi dan apalagi disuruh belajar, kita mendapatkan anak-anak seperti kebanyakan anak-anak lainnya.
andai hidup ini pilihan.....mungkin kita tidak akan jadi pilihan.
hidup adalah kesabaran yang tangguh dan rasa syukur yang ikhlas. hidup adalah kepasrahan yang mulia dan tugas yang berkah.

Senin, 26 Oktober 2015

aku membelah mu

Aku membelahmu, dan ternyata isinya hanya dunia warna-warni walaupun ternyata kau hanya dapat sedikit,
Aku membelahmu, ternyata isinya kering kerontang tanpa air mata setetespun
Aku membelahmu, aku hanya dapati mimpi-mimpi dan hayalan semata
Aku membelahmu, aku mendapatkan bukan hanya titik, tapi noda-noda hitam telah memenuhi ruangnya
Aku membelahmu, ruang kosong hanya berisi cacimaki dan umpatan, Kesombongan tak tau diri dan jauh dari rasa bersyukur.
Aku membelahmu, aku dapati kasih sayang didalamnya hanya untuk materi duniawi
Banyak cinta, tapi sedikit sekali pengharggaan, banyak kasih, tapi sedikit sekali rasa syukur, banyak sekali keinginan tapi hanya untuk kefanaan,

Aku putuskan untuk menutupmu, duhai hati kemanakah cahaya ilahi, kemanakah bisikan nurani, kemanakah ayat-ayat cinta dari Alloh tuhan mu, kemanakah semangat untuk kembali menuju ilahi. Duhai hati……….. 

Rabu, 05 Agustus 2015

menjaga istiqomah


﴿ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ ﴾ [آل عمران: 102]
“Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Alloh sebenar-benarnya takwa, dan janganlah sekali-kali kalian mati melainkan dalam keadaan memeluk agama Islam.”
hidup ini banyak godaan, bahkan godaan itu tidak pernah surut walaupun usia kita makin mendekati ajal, karena itu perhatikan 5 hal untuk menjaga agar kita tetap istiqomah dijalan Alloh SWT sampai Alloh SWT memanggil kita
1.       ilmu
2.       Masalah waktu
3.       sikap
4.       Pergaulan
5.       berjamaah
1 ilmu adalah cahaya dengan sebab ilmu kita bisa tahu mana benar mana salah dengan jelas sehingga kita tidak  salah langkah dalam menjalani hidup
2. waktu adalah hal yang terpenting untuk dfiperhatikan karena kita hidup diatas waktu itu, menyia-nyiakannya berarti menyia-nyiakan hidup yang berarti kehidupan ini tidak berarti, jangan sampai kehilangan momentum karena waktu yang panjang
أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَن تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِن قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ
Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk  tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti  orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara  mereka adalah orang-orang yang fasik. {al hadid 16}
Untuk menjaga waktu maka perhatikanlah shalat 5 waktu
وَالَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ
dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya. {Al-Mu'minun 9}
dengan menjaga shalat, maka insya alloh waktu kita akan terjaga dan kita tidak akan kehilangan momentum untuk tetap mendekat kepada Alloh SWT
3 Jaga sikap, manusia tidak hidup dalam satu keadaan, tapi akan selalu berubah-ubah, kadang suka kadang duka, sedih dan bahagia kaya dan miskin, itu adalah kenyataan hidup yang dijalani manusia seperti firman Alloh
إِن يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِّثْلُهُ وَتِلْكَ الأيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللّهُ الَّذِينَ آمَنُواْ وَيَتَّخِذَ مِنكُمْ شُهَدَاء وَاللّهُ لاَ يُحِبُّ الظَّالِمِينَ
Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itu pun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada.(^) Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang lalim, {Ali Imran 140}

Sikap yang benar ketika menghadapi hidup akan menentukan langkah selanjutnya dalam menghadapi kehidupan itu, sikap itu ada dua yaitu syukur dan sabar, syukur ketika mendapat anugrah dan bersabar ketika mendapat musibah
عجبًا لأمرِ المؤمنِ . إن أمرَه كلَّه خيرٌ . وليس ذاك لأحدٍ إلا للمؤمنِ . إن أصابته سراءُ شكرَ . فكان خيرًا له . وإن أصابته ضراءُ صبر . فكان خيرًا له
Alangkah mengagumkan keadaan orang yang beriman, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya ada pada seorang mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya” {HR Muslim}
Abdullah bin Mas’ud berkata: “Iman itu terbagi menjadi dua bagian; sebagiannya (adalah) sabar dan sebagian (lainnya adalah) syukur”  Dinukil oleh imam Ibnul Qayyim dalam kitab “’Uddatush shaabiriin” (hal. 88).
4 menjaga pergaulan juga bagian penting dalam mempertahankan kekuatan aqidah islam kita
المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل
“Seseorang tergantung agama teman dekatnya, maka hendaknya kalian memerhatikan siapakah teman dekatnya.” (HR. Ahmad).

Dalam hal ini imam ghazali berkata :
من جلس مع الأغنياء زاده الله حب الدنيا والرغبة فيها.
1. Barangsiapa yang duduk bersama orang-orang kaya, Allah akan menambahkan cinta kepada dunia & semangat untuk mendapatkan dunia.
ومن جلس مع الفقراء زاده الله الشكر والرضا بقسمة الله تعالى
2. Barangsiapa yang duduk bersama orang-orang miskin, Allah akan menambahkan perasaan syukur & redha atas pemberian Allah.
ومن جلس مع السلطان زاده الله الكبر وقساوة القلب
3. Barangsiapa yang duduk dengan para pemimpin/raja, Allah akan menambahkan perasaan sombong & kerasnya hati.
ومن جلس مع النساء زاده الله الجهل والشهوه
4. Barangsiapa yang duduk dengan lawan jenis, Allah akan menambahkan kebodohan & syahwat.
ومن جلس مع الصبيان زاده الله اللهو والمزاح
5. Barangsiapa yang duduk dengan anak-anak kecil, Allah akan menambahkan lalai & gurau senda.
ومن جلس مع الفساق زاده الله الجرأة على الذنوب والمعاصي والإقدام عليها،والتسويف في التوبة
6. Barangsiapa yang duduk dengan orang-orang fasik, Allah akan menambahkan berani berbuat dosa & kemaksiatan serta mendorongkan diri untuk berbuat maksiat kemudian menunda-nunda akan taubat.
ومن جلس مع الصالحين زاده الله الرغبة في الطاعات
7. Barangsiapa yang duduk dengan orang-orang soleh, Allah akan menambahkan perasaan cinta kepada amalan-amalan ketaatan.
ومن جلس مع العلماء زاده العلم والورع
8. Barangsiapa yang duduk dengan para ulama', Allah akan menambahkan ilmu & perasaan tidak cintakan dunia.
( Hujjatul Islam wabarakatul anam AlGhazali dalam tanbiihul Ghaafiliin)           
5 berjamaah pada dasarnya adalah fitrah, karena manusia tidak bisa hidup sendiri, tetapi berjamaah dalam beragama dalah menjadi sesuatu yang sangat penting, karena dengan berjamaah maka kita bisa saling mengingatkan
وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُواْ وَاذْكُرُواْ نِعْمَةَ اللّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاء فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنتُمْ عَلَىَ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. {Ali Imran 103}
Dan hadits nabi SAW :
hendaklah kamu berjamaah kerana sesungguhnya serigala tidak akan memakan kambing melainkan yang terpisah sendiri dari rombongan" (Hadis Riwayat Abu Daud).



Senin, 22 Juni 2015

aku menjalani masaku

aku menjalani masaku
kadang aku berlari, berjalan, kadang akupun merangkak terjatuh berualangkali dan bangkit untuk merangkak kembali
aku menjalani suka ku, duka ku aku menikmati dan menangisi masa ku
aku pelajari cinta, tapi aku hanya mendapatkan ketakutan, kekhawatiran dan kesedihan, takut kehilangan khawatir tidak bisa memberi yang terbaik dan sedih saat melihat penderitaan orang yang dicintai, aku coba menarik diri dari cinta, tapi ternyata aku makin terperosok kedalamnya.
aku menjalani masaku..seperti orang lain kadang aku bergelimang kebahagiaan kadang pula berbalut kesengsaraan, aku mengira hidup adalah sebuah jalan, kadang lurus, berbelok, menurun menanjak kadang pula berlubang.
aku menjalani masaku...banyak yang telah datang dan tidak sedikit pula yang pergi. semua berubah begitupun aku. dan aku tidak berdaya menhentikan atau mempercepat perubahan itu.
aku menjalani masaku.. kadang ada keinginan untuk kembali ke masa kecil, walaupun itu tidak mungkin, tapi toh kadang terpikirkan juga, ingin kembali berlari-lari tanpa beban, tanpa tanggung jawab, tanpa berpikir berat.
aku menjalani masaku..kesibukan keseharianku atau kebekuan kadang datang tidak diharapkan, tumpukan pekerjaan yang harus diselesaikan memaksaku berpikir dan berbuat lebih, kadang apa yang didapat tidak sesuai dengan apa yang diharap..tapi tetap saja aku menjalaninya..
aku menjalani masaku..ada niat jahat dalam otaku, ada juga niat mulia dalam hatiku..pergolakan hebat kadang terjadi dalam diriku, kdang kejahatan itu menang dan aku salah, kadang pula kemuliaan itu juara dan akupun benar, aku menilai dan dinilai dari apa yang telah aku lakukan, aku mendapat reward dan kadang harus menerima sanksi..
aku menjalani masaku, dimana ada masa untuk istriku, masa untuk anakku, dan masa untuk dunia ini.
aku menjalani masaku, sampai Alloh menghentikan masa buatku, ketika aku bisa melakukan apapun, tapi aku tidak bisa menambah atau mengurangi masa untuk ku.
harga dari masa itu adalah selama masa itu diisi dengan ketaatan dan kepatuhan kepada Alloh SWT, bagai mana masa anda? seberapa panjang lagi? apa yamg anda isi dimasa anda?











Kaitan antara shalat dan qurban

  قُلْ إِنَّ صَلاَتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى للَّهِ رَبّ ٱلْعَـٰلَمِينَ " Katakanlah: "Sesungguhnya salat, ibadah, hi...