Senin, 18 Mei 2020

fitnah-fitnah yang dicintai


Fitnah yang dicintai

Apa sebenarnya arti Fitnah yang selama ini kebanyakan dari kita meng artikan “tuduhan”, apakah arti seperti itu tepat untuk memaknai arti fitnah?
Ibnu Faris rahimahullah berkata,
الفاء والتاء والنون أصل صحيح يدل على الابتلاء والاختبار” ( مقاييس اللغة 4/ 47)
“Huruf Fa`, Ta`, dan Nun adalah huruf dasar yang shahih menunjukkan kepada cobaan dan ujian” (Maqayisul Lughah: 4/472).
أن الابتلاء لا يكون إلا بتحميل المكاره والمشاق. والاختبار يكون بذلك وبفعل المحبوب
Sesungguhnya Ibtila tiadalain kecuali mengandung sesuati yang tidak disukai dan terasa berat, sedangkan Ikhtibar yaitu keadaan yang disukai

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?” (Al-Ankabuut: 2).

عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ قَالَ:قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سِتٌّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ مَوْتِي وَفَتْحُ بَيْتِ الْمَقْدِسِ وَمَوْتٌ يَأْخُذُ فِي النَّاسِ كَقُعَاصِ الْغَنَمِ وَفِتْنَةٌ يَدْخُلُ حَرْبُهَا بَيْتَ كُلِّ مُسْلِمٍ وَأَنْ يُعْطَى الرَّجُلُ أَلْفَ دِينَارٍ فَيَتَسَخَّطَهَا وَأَنْ تَغْدِرَ الرُّومُ فَيَسِيرُونَ فِي ثَمَانِينَ بَنْدًا تَحْتَ كُلِّ بَنْدٍ اثْنَا عَشَرَ أَلْفًا
Dari Mu’adz bin Jabal, ia berkata; Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Enam tanda-tanda kiamat: (1) kematianku, (2) penaklukkan Baitul Maqdis, (3) kematian yang menyerang manusia laksana kematian kambing yang cepat, (4) muncul fitnah yang serangannya masuk ke rumah setiap orang muslim, (5) orang diberi seribu dinar kemudian ia marah, (6) Romawi berkhianat kemudian mereka pergi dalam delapanpuluh bendera, di bawah setiap bendera ada duabelasribu (pasukan).” (HR Ahmad – Shahih)

 


وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ  [البقرة/191]

dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan. (QS Al-Baqarah: 191)
وَالْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ [البقرة/217]
Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. (QS Al-Baqarah: 217).


Arti fitnah dalam ayat ini adalah pemusyrikan, yaitu mengembalikan orang mu’min kepada kemusyrikan. Itu dijelaskan oleh Imam At-Thabari dalam tafsirnya:
عن مجاهد في قول الله:”والفتنة أشدُّ من القتل” قال: ارتداد المؤمن إلى الوَثن أشدُّ عليه من القتل. –تفسير الطبري – (ج 3 / ص 565)
Dari Mujahid mengenai firman Allah وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ ia berkata: mengembalikan (memurtadkan) orang mu’min kepada berhala itu lebih besar bahayanya atasnya daripada pembunuhan. (Tafsir At-Thabari juz 3 halaman 565).



fitnah anak dan harta
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَتَخُونُوا اللهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ , وَاعْلَمُوا أَنَّمَآ أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلاَدُكُمْ فِتْنَةُ وَأَنَّ اللهَ عِندَهُ أَجْرُ عَظِيمُ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengkhianati Allah dan RasulNya, dan juga janganlah kalian mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu padahal kamu mengetahui. Dan Ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan, dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. [Al Anfal:27, 28].

جِئْتَ تَشْكُوْ عُقُوْقَ ابْنِكَ وَقَدْ عَقَقْتَهُ قَبْلَ أَنْ يَعُقَّكَ وَأَسَأْتَ إِلَيْهِ قَبْلَ أَنْ يُسِيْئَ إِلَيْكَ
“Anda mengadu kepadaku akan kenakalan anakmu, sementara anda sendiri telah durhaka kepadanya sebelum dia durhaka kepadamu. Anda telah memperlakukannya dengan buruk sebelum ia memperlakukan buruk kepadamu!”

Fitnah istri
Usamah Bin Zaid. Beliau bersabda, 
مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ
Aku tidak meninggalkan satu fitnah pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita.” (HR. Bukhari: 5096 dan  Muslim: 2740)

إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خضرة، وَإِنَّ اللهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا، فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُونَ، فَاتَّــقُوا الدُّنْــيَا وَاتَقُوا النِّسَاءَ، فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِـي إِسْرَائِـيلَ كَانَتْ فِي النِسَاءِ

Sesungguhnya dunia ini begitu manis nan hijau. Dan Allah mempercayakan kalian untuk mengurusinya, Allah ingin melihat bagaimana perbuatan kalian. Karenanya jauhilah fitnah dunia dan jauhilah fitnah wanita, sebab sesungguhnya fitnah pertama kali di kalangan Bani Israil adalah masalah wanita” (H.R. Muslim: 2742)

عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  : ثَلَاثَةٌ لَا يَنْظُرُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ: الْعَاقُّ لِوَالِدَيْهِ، وَالْمَرْأَةُ الْمُتَرَجِّلَةُ، وَالدَّيُّوثُ، وَثَلَاثَةٌ لَا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ: الْعَاقُّ لِوَالِدَيْهِ، وَالْمُدْمِنُ عَلَى الْخَمْرِ، وَالْمَنَّانُ بِمَا أَعْطَى

Dari Sâlim bin Abdullah (bin Umar), dari bapaknya, dia (Abdullah) berkata, “Rasûlullâh n bersabda, ‘Tiga orang yang Allâh Subhanahu wa Ta’ala tidak akan melihat mereka pada hari kiamat: anak yang durhaka kepada kedua orang tuanya, wanita yang menyerupai laki-laki, dan dayûts. Tiga orang yang tidak akan masuk sorga: anak yang durhaka kepada kedua orang tuanya, pecandu khmar (minuman keras), dan orang yang menyebut-nyebut apa yang dia berikan”. [HR. An-Nasai, no. 2562; Ahmad, no. 6180; dan lain-lain. Hadits ini dihukumi shahih oleh al-Hâkim dan disetujui adz-Dzahabi, sementara syaikh Syu’aib al-Arnauth dalam Takhrîj Musnad Ahmad dan syaikh al-Albani dalam Silsilah ash-Shahihah, no. 674, 1397, 3099, memandang hadits ini hasan]



Jumat, 14 Juni 2019

karena-Nya aku mencintaimu

hampir tiada siang yang terlewati dan malam yang terlelapkan
hampir sepenuh hati yang hanya mampu sedikit berpikir
hampir semua impian yang pernah menghiasi tidurku
hampir setiap helaan nafas yang terengah-engah
hampir semua dipenuhi rasa yang walaupun kadang tidak terhormat
bukan untuk sebuah kenyataan karena memang kamu nyata
bukan untuk sebuah harapan karena aku tidak berharap kepadamu
bukan untuk kehidupan karena akan aku bawa bahkan sampai aku mati
bukan untuk kebahagiaan saja, karena kadang aku harus menerimanya sebagai penderitaan
untuk yang aku cintai, bukan karena mencintaiku
untuk yang aku hormati bukan karena kemulaiannya
untuk yang aku diperintahkan untuk mencintainya
untuk yang aku hanya merasakannya, kemudian aku tumbuhkan
karena-Nya aku mencintaimu

kesadaran menerima kenyataan

Manusia adalah mahluk yang lemah, diakui ataupun tidak itu adalah kenyataannya diantara buktinya adalah tidak semua yang diinginkan manusia bisa diraihnya.
dalam menjalani kehidupan manusia dikelilingi oleh batasan-batasan yang secara jujur tidak dapat ditembusnya, walaupun sangat ingin untuk menembusnya.
Manusia terbentur dalam banyak ketidak mampuan baik untuk membuat sesuatu bahkan hanya untuk merubahnya. dengan kasih sayang-Nya Alloh menurunkan agama, yang seandainya agama itu ditaati sepenuhnya oleh manusia, maka manusia bisa menutupi segala keterbatasannya tanpa harus merubah kodrat kelemahannya itu, bisa memenuhi hasratnya tanpa harus menembus batasan yang ada dalam hidupnya.
Diantara bagian agama itu adalah bersyukur, menerima dengan penuh kerelaan yang telah ditaqdirkan Alloh buat dirinya dengan berhusnudzan kepada-Nya.
Semua yang kita inginkan dalam kehidupan tentu bukanlah sesuatu yang pasti baik untuk kehidupan kita, karena kadang-kadang keinginan itu datang dari hawa nafsu yang pada akhirnya kalau terpenuhi akan menjerumuskan kita kepada kehinaan bahkan kehancuran.
Butuh kesadaran dengan cara menyadarkan diri dengan segala kekuatan bahwa apapun yang kita harapkan, kita hanya mengusahakannya dengan sekuat tenaga dengan do'a semoga semua keinginan kita adalah baik untuk kehidupan kita baik dunia ataupun akhirat kita, setelah itu kita akan berusaha menerima kenyataannya seandainya semua tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan.
"Berhenti mengeluh, merengek-rengek bahkan hentikan segala kemarahan mulailah bangkit dengan penuh rasa syukur" semoga kita selamat..Amiin.

Selasa, 07 Februari 2017

dengan dasar apa anda membela?

Sipapun yang engkau bela adala gambaran siapa diri anda, karena kebaikan akan mendukung kebaikan pula, begitupun sebaliknya
Setiap pilihan ditentukan oleh pengetahuan anda terhadap pilihan itu, itulah objectivitas karena pilhan yang didasari oleh rasa sebenarnya tidak objectif, karena itu anda menjadi buta akan hakikat kebenaran.
manusia itu membawa rasa dari lahir, dia membawa cinta, kasih sayang dan kebencian. semua menjadi membesar tergantung dimana anda dibesarkan dengan dasar didikan apa anda dilatih setelah dewasa anda bisa menentukan pilihan apa yang baik buat diri anda, tetapi tetap saja ditentukan oleh rasa dan ilmu pengetahuan anda.
yang berbahaya dari semua itu adalah ketika kita merasa pintar padahal sebenarnya bodoh, kita merasa benar padahal sebenarnya salah.
untuk mengetahui apakah kita benar atau salah, maka kita membutuhkan standar benar dan salah.
standar benar dan salah ada pada "kemanusiaan", kebenearan umum, dan kebenaran keyakinan (Agama). dari tiga dasar tadi dengan dasar mana anda membela? dengan dasar mana anda memilih? karena semua pasti ada tanggung jawabnya. dan ingat! andalah yang akan mempertanggung jawabkannya.

Jumat, 16 September 2016

akhir dari ceritamu

setiap orang punya cerita hidup masing-masing, cerita hidupku berbeda dengan cerita hidupmu...ketika kita mengawalinya dimasa kecil dengan segala bentuk kebahagiaan yang disertai tangisan-tangisan kemudian berlanjut dengan sedikit tanggung jawab dan beban..kita terus menjalani cerita itu banyak hal yang kita lalui mau atau tidak mau, suka atau tidak suka karena kita telah berperan, mempengaruhi atau dipengaruhi cerita itu tetap adalah  cerita kita mungkin penuh duka atau bahagia..ketika diceritakan pun tidak perlu untuk orang lain karena merekapun punya cerita sendiri dalam hidupnya..dan kalaulah kita mau sadari bahwa cerita siapapun didunia ini tidak ada yang berakhir bahagia..tidak ada cerita hidup didunia ini yang HAPPY ENDING.......semua cerita hidup diakhiri dengan kesedihan..semua mengakhirinya dengan KEMATIAN!..terus apalah arti kehidupan ini? apa arti kerja keras dan pengorbanan? toh pada akhirnya semua tau akan seperti apa akhir dari cerita hidupnya..
Itulah kehidupan didunia, orang-orang banting tulang bekerja keras, mengorbankan apapun demi apa yang mereka ambisikan dalam hidup, hampir tidak sempat berpikir akan kehidupan yang tidak ada akhirnya yaitu di akhirat, mereka meninggalkan kewajiban ibadahnya, bahkan ada yang sampai menjual dan mengorbankan agamanya demi dunia yang mereka inginkan..perlombaan kesenangan yang terus saja berlanjut hawa nafsu berebutan saling injak, sikut dan caci maki...tetapi walaupun semua kesenagan dunia mereka dapatkan ternyata tidak ada kepuasan yang mereka temukan..sayangnya semua terus dilakukan sampai akhir cerita hidupnya...ada juga yang mengisi cerita hidupnya dengan segala bentuk penderitaan, setiap hari bertarung dengan ketidak pastian setiap keringat yang dikucurkan tidak tergantikan walau dengan seteguk kebahagiaan, mereka merasa berjuang tapi tidak pernah mendapatkan kemerdekaannya, mereka merasa menjadi pahlawan tapi tidak pernah mendapatkan bintangnya, sayangnya mereka tenggelam didalam penderitaan tanpa perjuanagan untuk meraih kehidupannya diakhirat mereka bersusah-susah untuk hidup diduinia dengan meninggalkan agamanya naudzubillahimin dzalik..dan akhirnya mereka tidak mendapatkan apapun baik di dunia apalagi diakhirat.
Kehidupan sejati itu adalah kehidupan setela kematian. kehidupan yang tiada akhir...dan untuk itu apa yang telah kita siapkan? karena mungkin saja cerita hidup kita sudah ada di episode terakhir, sementara kita belum melakukan apapu untuk bekal hidup diakhirat...segeralah berubah segeralah beribadah,.semoga kita selamat di dunia ini dan selamat diakhirat. amiin

Kaitan antara shalat dan qurban

  قُلْ إِنَّ صَلاَتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى للَّهِ رَبّ ٱلْعَـٰلَمِينَ " Katakanlah: "Sesungguhnya salat, ibadah, hi...